18.01
Diposting oleh
guugle.blogspot.com
Oleh Rhoma Dwi Aria Yuliantri
- Judul Buku: Ketika Sejarah Berseragam: Membongkar Ideologi Militer
- Penulis: Katrine E. McGregor
- Penerbit: Syarikat, 2008
- Tebal: 459+xxvii Halaman
Presiden Soekarno pernah bilang bahwa, “Di tengah-tengah (lapangan) harus dibangun sebuah monumen kemerdekaan Indonesia, dan ia harus terlihat dari jarak seratus kilometer.” Para seniman pun sibuk. Para oposan Soekarno banyak memprotes pembangunan proyek-proyek raksasa itu di tengah ekonomi yang tak sehat. Merespon kecemasan banyak orang dengan ide membangun yang besar-besar itu, Henk Ngantung, seniman kenamaan, mengucap sepotong kalimat: “Beras perlu, tetapi batu pun bernilai.” Di tengah kontroversi tersebut diadakan sayembara desain monumen yang bakal dibangun.